Minggu, 28 Agustus 2016

PENGGALANGAN KOMITMEN

          Pada tanggal 26 Agustus 2016 antara jam 13.00-15.00 telah diadakan penggalangan komitmen karyawan-karyawati UPT Puskesmas Tepus I di RM. Joglo Watu Kelir Pantai Pulang Syawal Gunungkidul.      
          Tujuan dari penggalangan komitmen ini adalah untuk meningkatkan mutu pelayanan puskesmas dan keselamatan pasien serta dalam rangka menuju akreditasi PUTESA 2017.

       


     

Kamis, 18 Februari 2016

Fogging Focus di Dusun Bintaos, Sidoharjo, Tepus (Feb-2016)


Awal musim hujan yang datang agak terlambat pada awal tahun 2016 ini menjadikan pola kejadian kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah kerja UPT Puskesmas Tepus I yang meliputi dua desa yaitu desa Sidoharjo dan Sumberwungu mengalami peningkatan jumlah kasus kejadian pada tribulan pertama tahun 2016 ini dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2015 lalu, sampai pertengahan bulan februari ini UPT Puskesmas Tepus I sudah menerima form KDRS (Kewaspadaan Dini Rumah Sakit) sebanyak 5 surat yang menerangkan riwayat sakit dan diagnosa akhir pada pasien DBD maupun suspek(tersangka) DBD, salah satunya adalah Pasien DBD di dusun Bintaos,Sidoharjo, Tepus.


setiap form KDRS dari Rumah Sakit yang diterima oleh UPT Puskesmas Tepus I akan segera ditindaklanjuti dengan Penyelidikan Epidemiologi (PE) oleh tim yang terdiri dari petugas DBD, Surveilance, Promkes, Pembina Dusun dan Kesehatan lingkungan. PE bertujuan untuk mengetahui riwayat penyakit pasien, keadaan lingkungan tempat tinggal pasien, ada penularan atau tidak dan juga melakukan pemeriksaan jentik, dari hasil PE ini akan diketahui apakah tindak lanjutnya nanti berupa penyuluhan, pemberian biolarvasida atau pengasapan (fogging).

Fogging dapat dilakukan apabila ditemukan : 
1.       penderita meninggal dunia
ATAU
2.       Penderita Positif DBD 1 orang/lebih dan ada penderita/tersangka sebanyak   3 orang atau lebih di sekitar tempat tinggal penderita, serta ditemukan jentik  >5% dari sample yang diperiksa

Apabila faktor diatas tidak ditemukan maka dilakukan penyuluhan , gerakan serentak PSN  dan pemberian larvasida/abate atau biolarvasida secara selektif (hanya di wadah/tandon air yang positif jentik) PSN(pemberantasan sarang nyamuk) merupakan cara paling efektif dan tepat untuk memberantas nyamuk yaitu dengan menutup tempat penampungan air, menguras tampungan air secara berkala tidak lebih dari 5 hari dan mengubur barang atau benda yang berpotensi menjadi tempat tergenangnya air.
PSN  harus dilaksanakan serentak agar siklus telur nyamuk bisa terputus, kenapa harus serentak ?? Karena kalau tidak serentak atau bersama-sama dikhawatirkan salah satu atau beberapa tempat yang tidak dilakukan PSN masih ada telur nyamuk yang tersisa dan akan menetas menjadi nyamuk. Karena fogging hanya membunuh nyamuk dewasa saja. 
Untuk hasil PE yang dilakukan pada tanggal 13 Februari 2016 di Dusun Bintaos ada 1 penderita positif dbd, 3 suspek dbd, dan beberapa anak menderita panas tinggi, juga angka jentik lebih dari 5% dari sample diperiksa, dengan berbagai analisa diputuskan untuk dilakukan fogging yang dapat dilaksanakan oleh tim dari Dinkes Kabupaten Gunungkidul pada hari Kamis tanggal 18 Februari 2016. Semoga kesadaran akan kebersihan lingkungan dalam maupun luar rumah akan meningkat. Salam Sehat. (adg)


 

Kamis, 05 Agustus 2010

Kegiatan Peringatan Hari Kemerdekaan RI di Kecamatan Tepus

Dalam rangka peringatan Kemerdekaan RI 17 Agustus 2010 di Kecamatan Tepus, diadakan berbagai macam lomba dan kegiatan. Puskesmas Tepus I ikut berpartisipasi juga, baik berupa iuran, ikut lomba dan jalan sehat serta sebagai P3K.








Minggu, 01 Agustus 2010

PENJARINGAN ANAK-ANAK SD/MI



Puskesmas Tepus 1 mengadakan penjaringan anak sekolah SD dan MI. Kegiatan ini merupakan program dari UKS. Penjaringan terdiri pemeriksaan gigi dan mulut serta pemeriksaan kesehatan umum terdiri pemeriksaan gizi, mata, telinga dan fisik. Kegiatan dimulai tanggal 27 Juli 2010 dengan sasaran 9 SD/MI untuk anak kelas 1 SD. Ini sesuai dengan target kita yaitu 100% SD/MI di wilayah puskesmas Tepus 1 kita lakukan penjaringan tahun ini. Harapan kita, anak dapat dianjurkan ke Puskesmas segera bila perlu tindakan lebih lanjut yang berhubungan dengan kesehatannya.

Rabu, 28 Juli 2010

SOSIALISASI KEMITRAAN BIDAN dan DUKUN

Pada tanggal 24 Juli 2010, di Puskesmas Tepus I mengadakan pertemuan bidan dengan dukun dengan sumber dana dari Dinas Kesehatan Provinsi DIY. Tujuan dari pertemuan ini adalah untuk meningkatkan kerjasama antara Bidan Dukun khususnya di wilayah Puskesmas Tepus I juga dapat menurunkan AKI dan AKB. Peserta terdiri Bidan Puskesmas Tepus I, Dukun, dan Kasi KESGA Dinas Kesehatan Gunungkidul.
Pemberi materi terdiri Kepala Puskesmas Tepus I dr. Bambang Kusbandono, Ibu Endang Ismiati dan ibu Hestina dari KESGA Dinas Kesehatan Gunungkidul dan Ibu Suhartiningsih dari
Puskesmas Tepus I.

Selasa, 13 April 2010

PANTAI SLILI




RAPAT DINAS


BEKERJA DAN REFRESHING

Rapat Koordinasi Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul dilaksanakan sebulan sekali pada minggu pertama dan dilakukan secara bergiliran di seluruh UPT Puskesmas sekabupaten Gunungkidul, RSUD dan Dinas Kesehatan.
Pada bulan April rapat koordinasi tersebut dilaksanakan di UPT Puskesmas Tepus I, tepatnya pada tanggal 6 April 2010. Kami mengambil tempat di Joglo Pantai Slili, desa Sidoharjo yang masih merupakan wilayah kerja UPT Puskesmas Tepus I.
Alasan pengamb
ilan tempat di Joglo Pantai Slili adalah untuk memberikan kesegaran dan mengurangi kejenuhan rutinitas dengan harapan bisa meningkatkan semangat kerja kepada peserta rapat koordinasi sekaligus memperkenalkan bahwa di wilayah kerja Puskesmas Tepus I terdapat pantai yang sangat indah dan menawan. Pantai Slili berjarak kurang lebih 6 km atau sekitar 20 menit perjalanan dari Puskesmas Tepus I.
Rapat dihadiri sekitar 65 orang, terdiri : Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Sekretaris Dinas, Kepala Bidang/Se
ksi, Kepala Puskesmas/Kasubag TU puskesmas se Kabupaten Gunungkidul, direktur RSUD Wonosari/yang mewakili dan karyawan puskesmas.
Rapat dibuka sambutan dari kepala puskesmas Tepus 1 (dr.FX. Bambang Kusbandono) dilanjutkan Rakor yang langsung dipimpin Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul (drg. H. Widodo, MM).
Isi rapat terdiri dari paparan informasi, tanya jawab dan penegasan/kesimpulan hasil rapat.
Setelah penutup dilanjutkan makan siang dengan menu khas pantai berupa s
ea food (sop ikan, ikan masak cabai hijau dan ikan goreng sambal ijo) dan lauk khas Gunungkidul (gudeg daun kates,sayur lombok ijo, tahu asin dan tempe garit serta krupuk). Untuk hidangan penutup disajikan buah potong dan cocktail. Tidak lupa untuk snack disajikan makanan tradisional Gunungkidul berupa lemet singkong, emplek jagung gula jawa, pisang rebus dan kacang rebus.
Peserta rapat menikmati hidangan makan siang sambil menikmati keindahan pantai Slili dan semilir angin pantai
yang berhembus diantara pohon pandan.

SLILI BEACH, 6 APRIL 2010

(GIYATMIYATI SE/KASUBAG TU PUSKESMAS TEPUS 1)